Jerman Kalah Lagi, Griezmann Bawa Prancis Berjaya

JawaPos.com – Hasil buruk kembali diterima oleh Timnas Jerman. Usai dikalahkan Timnas Belanda, kini skuad Der Panzer menyerah saat berhadapan dengan Timnas Prancis.

Bermain di Stade de France, Rabu (17/10) dini hari WIB, Jerman sebenarnya unggul lebih dulu lewat eksekusi penalti Toni Kroos. Di menit 13, wasit menunjuk titik putih karena terjadi handsball di dalam area terlarang. Bola yang ditendang oleh Leroy Sane mengenai tangan Presnel Kimpembe.

Kroos yang maju sebagai eksekutor dapat menjalankan tugasnya dengan sangat baik. Sepakan kaki kanannya tidak terlalu kencang, namun gagal diblokir Hugo Lloris. Padahal kiper sekaligus kapten Prancis tersebut sudah bergerak tepat ke arah datangnya bola.

Dalam keadaan tertinggal, Prancis justru lebih agresif dalam melancarkan tekanan. Tujuannya jelas, mereka ingin mendapatkan gol penyeimbang.

Namun usaha Les Bleus di paruh pertama tidak membuahkan hasil. Dewi keberuntungan baru berpihak saat pertandingan memasuki babak kedua.

Di menit 62, Antoine Griezmann sukses menceploskan si kulit bundar ke gawang Jerman kawalan Manuel Neuer. Umpan lambung Lucas Hernandez mengarah tepat ke atas kepala Griezmann. Kombinasi duo Atletico Madrid ini akhirnya membawa Prancis menyamakan skor jadi 1-1.

Setelah menunggu cukup lama, tuan rumah akhirnya membalikkan keadaan di menit ke-80. Wasit kembali mengeluarkan hukuman penalti, namun kali ini giliran Jerman yang ketiban sial. Mats Hummels dianggap melanggar Blaise Matuidi dalam area terlarang. Alhasil tendangan penalti tidak terhindarkan dan Griezmann sukses memanfaatkan itu untuk mengubah skor jadi 2-1.

Hasil tersebut bertahan hingga laga usai. Berkat kemenangan ini, Prancis kokoh di puncak klasemen Grup 1 Zona A UEFA Nations League. Mereka memiliki tujuh poin, unggul empat angka dari Belanda dan enam angka dari Jerman.

Susunan pemain
Prancis: Lloris; Pavard, Varane, Kimpembe, Hernandez; Pogba, Kante (N’Zonzi 90+4′); Matuidi, Griezmann (NDombele 90+1′), Mbappe (Dembele 86′); Giroud.

Jerman: Neuer; Ginter (Brandt 83′), Hummels, Sule; Kehrer, Kimmich, Kroos, Schulz; Wener, Sane (Draxler 75′), Gnabry (Mueller 88′).

(bep/JPC)

Belanda Membalas, Gol Cepat Dries Mertens Tak Berarti Buat Belgia

JawaPos.com – Hasil imbang mengakhiri bentrokan Belgia dengan Belanda. Tampil di Stade Roi Baudouin, Rabu (17/10) dini hari WIB, kedua tim harus puas dengan skor 1-1.

Dalam laga ini, Belgia mampu unggul dengan cepat. Lewat sepakan first time, Dries Mertens berhasil mengoyak gawang Belanda kawalan Jasper Cillessen. Skor berubah 1-0 di menit ke-5

Namun keunggulan itu tidak bertahan lama. Sebab pada menit 27, Belanda sukses menyamakan keadaan. Arnaut Groeneveld yang lolos jebakan offside mampu menerima umpan silang datar pemberian Memphis Depay. Dengan tenang, Groeneveld berhasil menaklukkan penjagaan Simon Mignolet di bawah mistar gawang.

Lima menit berselang, Belanda hampir berbalik unggul. Tapi peluang emas yang diambil Quincy Promes digagalkan oleh tiang.

Tensi pertandingan kian berlangsung panas. Belgia coba meningkatkan serangan dengan memainkan Mitchy Batshuayi, Yannick Carrasco, dan Thomas Meunier di paruh kedua laga. Namun strategi tersebut gagal memberikan pengaruh positif.

Hingga laga usai, kedudukan tetap seimbang. Buat Belgia, hasil ini memutus tren empat kemenangan beruntun yang sebelumnya mereka raih.

Susunan pemain
Belgia: Mignolet; Alderweireld, Boyata, Denayer; Castagne (Meunier 73′), Tielemans (Carrasco 83′), Witsel, Cahdli; Eden Hazard (Thorgan Hazard 46′), Mertens (Praet 46′), Lukaku (Batshuayi 46′).

Belanda: Cillessen; Dumfries (Hateboer 46′), De Ligt (Rosario 46′), De Vrij, Ake, Groeneveld (Vilhena 61′); Van de Beek (Van Aanholt 61′), Strootman (De Jong 72′), Blind; Promes (Bergwijn 73′), Depay.

(bep/JPC)

IDHOKI.COM (http://199.188.200.23) adalah Situs Agen Judi Bola & Live Casino Online yang menyediakan cara main sbobet indonesia paling mudah dan praktis melalui Whatsapp, Livechat, BBM, dan Wechat untuk permainan seperti taruhan judi bola, rolet, bakarat, classic game dan masih banyak lagi.

Berkelahi dengan Penyanyi, Gelandang Barcelona Terancam Bui 12 Tahun

JawaPos.com – Gelandang Barcelona yang saat ini dipinjamkan ke klub Turki, Istanbul Basaksehir, Arda Turan, terancam hukuman penjara selama 12 tahun. Itu setelah Turan berkelahi dengan penyanyi pop Turki, Berkay Sahin, di kelab Malam di Istanbul, Kamis (11/10) lalu.

Dalam perkelahian itu, Turan mematahkan hidung dari sang penyanyi. Penyebab adu jotos lantaran Turan yang juga merupakan pemain asal Turki, dituduh mendekati istri Berkay, mengeluarkan komentar, dan diduga melakukan pelecehan seksual.

Kala itu, Berkay bersama istrinya, Ozlem Ada, berada di kelab malam. Selepas mengomentari Ozlem, Turan tiba-tiba menyerang Berkay. Perkelahian pun tak terelakkan dan menyebabkan hidung Berkay patah.

Jaksa penuntut di Turki menjatuhkan dakwaan bahwa Turan telah melakukan pelecehan seksual, kepemilikan senjata api tanpa izin, dan menyebabkan orang lain mengalami cedera secara disengaja. Terkait dakwaan itu, Turan terancam hukuman penjara selama 12 tahun.

Turan sendiri membantah telah menyerang Berkay. Selain itu, dia juga menolak tuduhan bahwa dirinya telah menembakkan pistol yang dibawanya.

Sementara itu, Berkay juga tak lepas dari dakwaan. Dia diduga melakukan penyerangan terlebih dahulu. Penyanyi pop itu dituntut dua tahun penjara.

Turan memperkuat Barcelona sejak 2015 silam. Sebelumnya dia memperkuat Atletico Madrid pada 2011-2015. Pada Januari 2018, Turan dipinjamkan ke Istanbul Basaksehir.

(epr/JPC)

Hasil Lengkap UEFA Nations League, Senin (15/10) Dini Hari WIB

JawaPos.com – Sebanyak tujuh pertandingan dari pentas UEFA Nations League telah digelar pada Senin (15/10) dini hari WIB. Dari jumlah tersebut, kemenangan dramatis Italia atas Polandia menjadi momen yang cukup menyita perhatian bagi pecinta sepak bola.

Sebelumnya Italia tidak pernah menang dalam lima laga terakhir. Hasil itu semakin mencoreng wajah mereka yang tidak lolos ke Piala Dunia 2018 lalu.

Tuntutan besar pastinya dirasakan Roberto Mancini sebagai pelatih anyar. Namun hal itu bisa diperbaiki saat Gli Azzurri tandang ke Stadion Slaski, markas Polandia.

Namun bukan hal mudah mendapatkan gol di pertandingan ini. Meski tampil dominan, Italia harus menunggu sampai penghujung pertandingan untuk mencetak keunggulan.

Nasib baik berpihak pada Italia di menit 90+2. Christiano Biraghi sukses menjebol gawang Polandia kawalan Wojciech Szczesny.

Selain Italia, kemenangan juga diraih Timnas Rusia. Berikut hasil lengkapnya:

Polandia 0-1 Italia (Biraghi 90+2′)
Rusia 2-0 Turki (Neustadter 20′, Cheryshev 78′)
Rumania 0-0 Serbia
Israel 2-0 Albania (Hemed 8′, Saba 83)
Lithuania 1-4 Montenegro (Baravykas 88′; Mugosa 10′ 45′, Kopitovic 35′, Zoric 86′)
Azerbaijan 1-1 Malta (Abdullayev 53′; Muscat 37′)
Kep Faroe 1-1 Kosovo (Joensen 50′; Rashica 9′)

(bep/JPC)

Prediksi Polandia vs Italia: Tragedi Menanti Gli Azzurri

JawaPos.comIl Tempo menuliskan judul “Tragedia Nazionale” dalam salah satu artikel yang membahas timnas Italia. Judul itu menggambarkan kekhawatiran Gli Azzurri kembali menuai tragedi lagi setelah gagal lolos ke Piala Dunia 2018. Tragedi yang saat ini menanti Roberto Mancini adalah gagal bertahan di Liga A UEFA Nations League.

Liga A adalah grup tempat negara-negara papan atas Eropa bercokol. “Turun kasta ke Liga B akan jadi pukulan serius negeri ini jika mau menebusnya di Euro 2020,” klaim media yang berbasis di Roma itu.

Nah, Giorgio Chiellini dkk harus bisa mengalahkan Polandia dalam lawatan ke Stadion Slaski, Chorzow, Senin (15/10) dini hari WIB. “Italia sedang krisis? Saya mengatakannya beberapa hari lalu, tidak jauh beda dengan 12 bulan lalu (ketika Italia gagal lolos ke Piala Dunia) dan tak ada yang berubah. Faktanya ini bisa lebih buruk setelah hari Minggu nanti,” sebut bek tengah Leonardo Bonucci dikutip Football Italia.

Italia dan Polandia sama-sama belum memenangi laga Grup 3 Liga A. Bedanya, Polandia punya agresivitas gol lebih baik sementara ini.

“Kemenangan yang susah. Tapi apabila kami akhirnya terdegradasi ke Liga B, maka ini bisa menjadi awal dari kegagalan-kegagalan yang lain,” imbuh Bonucci.

Ucapan Bonucci itu menegaskan ketakutan Italia gagal lolos Euro 2020 seperti ulasan di Il Tempo. Apalagi Kualifikasi Euro 2020 sudah mulai bergulir 22 Maret 2019. Artinya, Mancini hanya punya waktu lima bulan untuk mematangkan persiapan Italia sebelum memulai laga-laga kualifikasi.

Media-media Italia pun langsung membandingkan enam laga pertama Mancini dan Gian Piero Ventura. Mancio hanya sekali memetik kemenangan. Lalu, lima laga sisanya berakhir tiga kali imbang dan dua kali tumbang. Terakhir Italia bermain imbang 1-1 melawan Ukraina di Luigi Ferraris, Genoa (11/10).

Enam laga pertama Ventura di Coverciano lebih mentereng. Italia empat kali memenangi laga, sekali imbang, dan sekali kalah. Belum apa-apa citra Mancini pun sudah jatuh. Rating TV siaran langsung enam laga pertama Italia di era Mr Libidine – julukan Ventura, juga malah lebih bagus. Ini seperti dilaporkan RAI Sport, stasiun televisi yang punya hak siar laga-laga Italia.

Sebagai suksesor Antonio Conte, enam laga pertama Italia era Ventura disaksikan sekitar 43,2 juta penonton. Per laga rata-rata disaksikan 7,5 juta penonton. Jumlahnya anjlok setelah di tangan Mancini. Di tangan mantan manajer Manchester City itu, enam laga Italia dilihat sekitar 38,3 juta. Rata-rata per laganya ditonton 6,3 juta orang.

Rekor Italia di Polandia sejatinya tidak buruk. Dalam lawatan terakhir dalam uji coba 12 November 2011 di Wroclaw, Italia menang dua gol tanpa balas. Tapi, keraguan bisa mengulang capaian itu muncul setelah melihat persiapan Mancini.

Laporan Gazzetta dello Sport menyebut, Mancini akan mempertahankan sebagian besar starting eleven saat ditahan Ukraina. Terutama trio di lini depan Federico Bernardeschi, Lorenzo Insigne dan Federico Chiesa. Tetapi, Mancini percaya diri 90 menit di Genoa tak akan sama seperti dini hari nanti WIB.

“Kemarin cuma laga uji coba, kami harap situasinya berbeda saat lawan Polandia,” sebut Mancini seperti dilansir ESPN.

Beruntung pertahanan Robert Lewandowski dkk tak begitu kokoh di laga-laga kandang. Dari 10 laga kandang terakhirnya, Polandia sudah kemasukan 12 gol. Terakhir, gawang Polandia kebobolan 3 gol saat menjamu Portugal. “Kami coba untuk membatasi setiap pergerakan pemain Italia,” harap bek Polandia, Kamil Glik seperti dilansir Sport.

5 Pertemuan Terakhir
08/09/18 Italia 1-1 Polandia
12/11/11 Polandia 0-2 Italia
13/11/03 Polandia 3-1 Italia
01/05/97 Italia 3-0 Polandia
03/04/97 Polandia 0-0 Italia

5 Laga Terakhir Polandia
12/10/18 Polandia 2-3 Portugal
12/09/18 Polandia 1-1 Irlandia
08/09/18 Italia 1-1 Polandia
28/06/18 Jepang 0-1 Polandia
25/06/18 Polandia 0-3 Kolombia

5 Laga Terakhir Italia
11/10/18 Italia 1-1 Ukraina
11/09/18 Portugal 1-0 Italia
08/09/18 Italia 1-1 Polandia
28/06/18 Italia 1-1 Belanda
05/06/18 Prancis 3-1 Italia

Perkiraan Susunan Pemain
Polandia (4-4-2): 22-Fabianski; 4-Kedziora, 15-Glik, 5-Bednarek, 3-Jedrzejczyk; 16-Blaszczykowski, 10-Krychowiak, 20-Zielinski, 21-Kurzawa; 23-Piatek, 9-Lewandowski
Pelatih: Jerzy Brzeczek

Italia (4-3-3): 22-Donnarumma; 24-Florenzi, 19-Bonucci, 3-Chiellini (c), 15-Biraghi; 7-Pellegrini, 14-Jorginho, 6-Verratti; 25-Chiesa, 20-Bernardeschi, 10-Insigne
Pelatih: Roberto Mancini

Prediksi JawaPos.com
Polandia Menang: 30%
Italia Menang: 30%
Seri: 40%

(ren)

Luar Biasa, Usain Bolt Cetak Brace di Laga Debutnya sebagai Pebola

JawaPos.com – Mimpi Usain Bolt untuk menjadi pemain sepak bola menjadi kenyataan. Tak tanggung-tanggung, dalam laga perdananya sebagai pebola legenda atletik dunia ini langsung mencetak 2 gol. Menjadi bukti nyata kalau Bolt memang punya talenta di sepak bola.

Bolt, pemegang rekor dunia 100 dan 200 meter ini turun bersama tim Australia, Central Coast Mariners. Klub peserta A League ini melakoni uji coba melawan Macarthur South West, Jumat (12/10). Brace Bolt mendukung kemenangan 4-0 Central Coast Mariners dalam laga tersebut.

Bolt yang memakai nomor punggung 95 mencetak gol pada menit ke-56 dan 68. Gol pertama terjadi berkat kecepatan lari Bolt dalam memanfaatkan umpan chip Ross McCormack. Setelah memenangi lari melawan bek Macarthur, sepakan kaki kiri Bolt sukses membobol gawang lawan.

Gol kedua Bolt lahir karena kejeliannya memanfaatkan blunder pemain belakang lawan yang gagal menghalau crossing. Bolt dengan mudah menceploskan bola ke gawang yang melompong.

”Laga pertama dan cetak dua gol, sebuah perasaan yang luar biasa. Saya bahagia berada di tim ini dan bisa menunjukkan kepada dunia bahwa saya telah berkembang,” ucap Bolt kepada BBC.

Uji coba melawan Macarthur adalah pemanasan sebelum A League bergulir mulai 19 Oktober nanti. Dengan berbekal performa seperti itu, sangat mungkin pemilik delapan emas Olimpiade itu kembali dipercaya oleh pelatih Mike Mulvey pada laga resmi.

Bolt bahkan bisa langsung merumput saat Mariners melawan Brisbane Roar (21/10). Namun, hal ini baru bisa dipastikan setelah Mariners mengumumkan Bolt resmi mereka kontrak dalam waktu dekat ini.

“Hal terbaik tentang Bolt adalah dia sangat rendah hati. Dari hari pertama saya hingga kemarin, dia terus meningkat,” kata rekan setimnya, McCormack.

(adw/JPC)

Prediksi Kroasia vs Inggris: Antisipasi Misi Balas Dendam

JawaPos.com – Laga Kroasia menjamu Inggris pada Sabtu (13/10) dini hari di UEFA Nations League jelas memunculkan memori di Piala Dunia 2018 lalu. Maklum saja, keduanya bertemu di semifinal dan The Three Lions harus mengakui keunggulan Kroasia. Mereka kalah 1-2. Mimpi ke final Piala Dunia 2018 pun kandas.

Selang tiga bulan, Inggris kembali bersua Kroasia. Tak pelak, misi balas dendam langsung mengiri kedatangan Harry Kane cs ke Kroasia. Pasukan Tiga Singa berharap bisa mengalahkan Kroasia untuk membalas kegetiran di Piala Dunia 2018.

Kroasia sebagai tuan rumah jelas mewaspadai ambisi besar Inggris. Mereka sudah mengantisipasi misi khusus pasukan Gareth Southgate. Terlebih, Kroasia membutuhkan kemenangan demi tetap menjaga peluang bisa lolos play-off. Maklum saja, pada matchday pertama Liga A Grup 4, Kroasia kalah telak di kandang Spanyol.

Bek Kroasia, Dejan Lovren kepada Mirror, Kamis (11/10) mengatakan The Three Lions sudah pasti sangat termotivasi di laga ini. Dengan skuad lebih kurang sama saat Piala Dunia 2018 lalu kekalahan menyakitkan tiga bulan lalu pasti belum hilang dari ingatan.

Hanya saja, Lovren menilai Inggris lebih siap. Inggris di bawah kendali Southgate memiliki talenta muda berjubel dan terasah di kompetisi yang apik. The Three Lions gampang melakukan tambal sulam jika ada pemain yang pensiun atau cedera.

“Saya pikir dalam sepuluh tahun ke depan Inggris akan memiliki skuad yang sangat bagus. Saya menyukai beberapa diantara mereka seperti Trent (Alexander-Arnold) dan Joe (Gomez) serta masih banyak yang lain,” tutur Lovren menyebutkan pemain-pemain muda yang jadi kawan seklubnya di Liverpool.

Bek berusia 29 tahun tersebut menyadari jika regenerasi skuad baru dilakukan Kroasia. Sepeninggal Danijel Subasic, Vedran Corluka, dan Mario Mandzukic yang pensiun seusai Piala Dunia 2018, tugas menggembleng pemain junior kini ada di pundaknya.

“Inilah generasi baru sepak bola Kroasia. Dengan beberapa pemain tua seperti saya, Luka (Modric), dan (Ivan) Rakitic di dalamnya,” kata Lovren.

Melihat komposisi starting XI ketika kalah 0-6 dari Spanyol bulan lalu ada tiga nama baru di sana. Yakni Lovre Kalinic (kiper), Matej Mitrovic (bek), dan Ivan Santini (penyerang).

Dibandingkan dua nama lain, Kalinic paling mendapat sorotan. Bukan hanya karena dibobol enam gol oleh tim juara dunia 2010 itu. Melainkan juga Kalinic tercatat membuat gol bunuh diri usai terkena bola pantulan hasil tendangan Marco Asensio.

“Regenerasi adalah tantangan kami saat ini. Dan kami menghadapi salah satu tim muda terbaik saat ini dan kami senang dengan pertemuan tersebut,” ujar Lovren.

Pelatih Kroasia Zlatko Dalic kepada The National menyebut tekanan besar ada di tim dalam pertemuan lawan Inggris kali ini. Rekor pertemuan masih berpihak kepada Inggris. Di antara delapan pertemuan, Inggris berhasil menang empat kali, sekali seri, dan tiga kali kalah.

“Ada kesalahan fatal yang kami buat ketika dibantai oleh Spanyol bulan lalu,” kata Dalic. Meski Dalic tidak mendetailkan apa sebabnya, The National menulis njomplang-nya kualitas pemain senior dan junior Kroasia adalah penyebabnya.

Tak seperti pemain-pemain senior, sejumlah pemain dengan punya caps kurang dari sepuluh tidak terasah dengan baik. Banyak di antara mereka yang bermain di luar lima liga elite Eropa. “Akibatnya karena belum teruji itu para pemain ini belum bisa melejit seperti pemain-pemain kelas dunia Kroasia,” tulis The National.

Inggris sendiri juga menargetkan kemenangan. Selain balas dendam, mereka pada laga pertama juga kalah dari Spanyol. Hanya kemenangan yang membuat peluang untuk lolos ke play-off terbuka.

5 Pertemuan Terakhir
12/07/18 Kroasia 2-1 Inggris
10/09/09 Inggris 5-1 Kroasia
11/09/08 Kroasia 1-4 Inggris
22/11/07 Inggris 2-3 Kroasia
12/10/06 Kroasia 2-0 Inggris

5 Laga Terakhir Kroasia
12/09/18 Spanyol 6-0 Kroasia
07/09/18 Portugal 1-1 Kroasia
15/07/18 Prancis 4-2 Kroasia
12/07/18 Kroasia 2-1 Inggris
08/07/18 Rusia 2-2 Kroasia (p)

5 Laga Terakhir Inggris
12/09/18 Inggris 1-0 Swiss
09/09/18 Inggris 1-2 Spanyol
14/07/18 Belgia 2-0 Inggris
12/07/18 Kroasia 2-1 Inggris
07/07/18 Swedia 0-2 Inggris

Perkiraan Susunan Pemain
Kroasia (4-2-3-1): 1-Livakovic (g); 16-Jedvaj, 6-Lovren, 21-Vida, 22-Pivaric; 7-Rakitic, 8-Kovacic; 10-Modric (c), 4-Perisic, 14-Rebic ; 17-Santini
Pelatih: Zlatko Dalic

Inggris (3-1-4-2): 1-Pickford (g); 5-Stones, 4-Gomez, 6-Maguire; 8-Henderson; 2-Trippier, 7-Barkley, 11-Winks, 3-Chilwell; 9-Kane (c), 10-Rashford
Pelatih: Gareth Southgate

Stadion Rujevica, Rijeka
Wasit: Felix Brych (Jerman)

Prediksi JawaPos.com
Kroasia Menang: 30%
Inggris Menang: 30%
Seri: 40%

(dra)

Timnas Italia Ulang Memori Buruk, Lima Laga Kandang Sonder Kemenangan

JawaPos.com – Timnas Italia sepertinya belum lepas dari periode negatif. Kegagalan lolos ke Piala Dunia 2018 merembet hingga saat ini. Kegarangan Gli Azzurri seolah menguap. Terakhir, menjamu Ukraina dalam laga persahabatan, Kamis (11/10) dini hari WIB, Leonardo Bonucci cs hanya bermain imbang 1-1.

Hasil tersebut membuat Gli Azzurri – julukan Timnas Italia, mengulang momen buruk di era 1920-an silam. Italia tak pernah menang dalam lima laga kandang secara beruntun.

Lima laga kandang beruntun tanpa kemenangan itu dimulai saat menjamu Makedonia di Pra-Piala Dunia 2018, 7 Oktober lalu. Kala itu, Italia hanya bermain imbang 1-1. Kemudin berturut-turut Italia bermain imbang 0-0 kontra Swedia yang mengakibatkan mereka gagal lolos ke Piala Dunia 2018, imbang 1-1 menjamu Belanda, imbang 1-1 melawan Polandia, dan terakhir bermain imbang 1-1 menjamu Ukraina.

Timnas Italia, Roberto Mancini, Gli AzzurriRoberto Mancini tetap mengambil sisi positif dari hasil seri kontra Ukraina (MARCO BERTORELLO / AFP)

Pada era 1920-an, Italia 5 laga kandang secara beruntun tanpa kemenangan. Mereka mengalami 3 hasil imbang dan 2 kekalahan. Itu terjadi pada Maret 1923 sampai Januari 1925.

Meski begitu, pelatih Gli Azzurri, Roberto Mancini, meyakini bahwa tim asuhannya akan bangkit. Bahkan, dia menilai ada perkembangan positif dari pera pemainnya terutama performa permainan tim.

“Ketika hasil akhir gagal menang memang mengecewakan, bukan hanya bagi saya, bahkan semuanya. Namun, ada sisi positif dari tim ini. Mereka bermain bagus dalam beberapa laga. Saya rasa ini menjadi hal yang harus dipertahankan untuk meraih kemenangan,” jelas Mancini seperti dilansir Football Italia.

Mantan pelatih Manchester City dan Internazionale Milan itu meminta fans bersabar. Dia berjanji akan segera memberikan kemenangan bagi pencinta setia Gli Azzurri.

“Fans kecewa ketika Timnas gagal menang adalah wajar. Namun, kami tak boleh drop ketika fans mencemooh. Ketika kita mencetak gol dan tim meraih kemenangan, fans akan mengelu-elukan kami. Saya katakan ini hanya masalah hasil,” pungkas Mancini.

(epr/Football Italia/JPC)